
Judul | Bugis Tukak Relokasi dari Kekumuhan / Agung Dwi Laksono - Roland Alberto Nggeolima - Mellyza Margareth |
Pengarang | Agung Dwi Laksono Roland Alberto Nggeolima Mellyza Margareth |
EDISI | Edisi 1, Cetakan 3 |
Penerbitan | Yogyakarta : Kanisius, 2018 |
Deskripsi Fisik | xiii, 181 hlm. :ilus. ;23 cm. |
ISBN | 978-979-21-5077-3 |
Subjek | Antropology Cultural |
Abstrak | Bugis Tukak, adalah sebutan penulis untuk masyarakat etnik Bugis yang tinggal di Desa Tukak, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan. Sebuah koloni masyarakat Bugis yang tinggal jauh dari wilayah aslinya di Daratan Sulawesi. Orang Bugis yang tinggal di Desa Tukak pada umumnya adalah nelayan. Tidak hanya mencari ikan, justru Desa Tukak dikenal sebagai penghasil ketam yang sudah sampai dieksport ke negara tetangga.Seperti umumnya kampung nelayan di wilayah lain, perkampungan nelayan di Desa Tukak yang dihuni etnik Bugis juga terlihat kumuh, terutama dalam urusan sampah dan MCK. Kekumuhan ini, bukannya tidak disadari sebagai sesuatu yang salah, mereka berusaha untuk bisa menjadi lebih baik. Apa saja yang bisa dilakukan untuk berubah? Upaya apa saja yang bisa ditempuh? Semuanya terangkum di dalam buku ini. |
Catatan | Indeks: hlm. 169 Bibliografi: hlm. 163 |
Bahasa | Indonesia |
Bentuk Karya | Bukan fiksi atau tidak didefinisikan |
Target Pembaca | Tidak diketahui / tidak ditentukan |
No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
---|---|---|---|---|
1535/BBPK-MKS | 307 AGU b | Dapat dipinjam | Perpustakaan Gedung A - Perpustakaan Lantai 1 | Tersedia |
Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
001 | INLIS000000000001135 | ||
005 | 20250203075505 | ||
007 | ta | ||
008 | 250203###########################0#ind## | ||
020 | # | # | $a 978-979-21-5077-3 |
035 | # | # | $a 0010-0225000001 |
082 | # | # | $a 307 |
084 | # | # | $a 307 AGU b |
100 | 0 | # | $a Agung Dwi Laksono |
245 | 1 | # | $a Bugis Tukak Relokasi dari Kekumuhan /$c Agung Dwi Laksono - Roland Alberto Nggeolima - Mellyza Margareth |
250 | # | # | $a Edisi 1, Cetakan 3 |
260 | # | # | $a Yogyakarta :$b Kanisius,$c 2018 |
300 | # | # | $a xiii, 181 hlm. : $b ilus. ; $c 23 cm. |
500 | # | # | $a Indeks: hlm. 169 |
504 | # | # | $a Bibliografi: hlm. 163 |
520 | # | # | $a Bugis Tukak, adalah sebutan penulis untuk masyarakat etnik Bugis yang tinggal di Desa Tukak, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan. Sebuah koloni masyarakat Bugis yang tinggal jauh dari wilayah aslinya di Daratan Sulawesi. Orang Bugis yang tinggal di Desa Tukak pada umumnya adalah nelayan. Tidak hanya mencari ikan, justru Desa Tukak dikenal sebagai penghasil ketam yang sudah sampai dieksport ke negara tetangga.Seperti umumnya kampung nelayan di wilayah lain, perkampungan nelayan di Desa Tukak yang dihuni etnik Bugis juga terlihat kumuh, terutama dalam urusan sampah dan MCK. Kekumuhan ini, bukannya tidak disadari sebagai sesuatu yang salah, mereka berusaha untuk bisa menjadi lebih baik. Apa saja yang bisa dilakukan untuk berubah? Upaya apa saja yang bisa ditempuh? Semuanya terangkum di dalam buku ini. |
650 | # | 4 | $a Antropology Cultural |
700 | 0 | # | $a Mellyza Margareth |
700 | 0 | # | $a Roland Alberto Nggeolima |
990 | # | # | $a 1535/BBPK-MKS/2024 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :